Dana Ketangguhan

Dana Ketangguhan merupakan komponen penting dalam proyek APIK. Dana ini digunakan untuk mendukung proyek-proyek yang membangun ketangguhan iklim dan bencana dengan bermitra bersama masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta.  Dana ini akan mendorong partisipasi dan kolaborasi organisasi lokal dan sektor swasta yang memicu inovasi produk dan layanan baru. Melalui hibah dan sistem sub kontrak, APIK  mendukung kegiatan organisasi non-pemerintah, organisasi masyarakat sipil, lembaga penelitian/universitas, dan investasi dengan swasta dalam upaya pengurangan risiko bencana dan iklim.

Implementasi Dana Ketangguhan:

Jawa Timur

  1. Yayasan Pattiro, dengan program pengarusutamaan ketangguhan terhadap bencana ke dalam  perencanaan kebijakan di Desa Semen dan Kelurahan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini selesai pada Agustus 2018.
  2. Yayasan Pattiro Malang, dengan program peningkatan kesiapsiagaan bencana untuk ketangguhan di Desa Sitiarjo dan Sukodono, Kabupaten Malang. Kegiatan ini berlangsung hingga November 2018.
  3. Pusat Kajian Teknologi Terapan  Universitas Islam Raden Rahmat (PKKT Unira), dengan program pertanian adaptif berbasis konservasi di Desa Tulungrejo, Kota Batu. Kegiatan ini berakhir pada November 2018.
  4. Wehasta, dengan program teknologi terapan untuk ketangguhan terhadap bencana terkait iklim di Desa Banyulegi (Kabupaten Mojokerto), dan Desa Plabuhan, Purisemanding, Bangsri (Kabupaten Jombang). Kegiatan ini sedang berlangsung dan akan berakhir pada Juni 2019.

Sulawesi Tenggara

  1. Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Universitas Halu Oleo (LPPM UHO), dengan program pengelolaan perikanan berkelanjutan di Teluk Starring, Kabupaten Konawe Selatan. Kegiatan ini berakhir Maret 2017.
  2. Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, dengan program peningkatan ketangguhan masyarakat di Desa Rumba-rumba, Awunio, dan Batujaya, Kabupaten Konawe Selatan. Kegiatan ini selesai pada Oktober 2018.
  3. Lembaga Pengembangan Masyarakat Pesisir dan Pedalaman (LePMIL), dengan program membangun ketangguhan masyarakat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Wanggu, terutama di Desa Matawolasi dan Lamokula (Kabupaten Konawe Selatan), dan Kelurahan Baruga, Poasia, dan Lapulu (Kota Kendari). Kegiatan ini berakhir November 2018.
  4. Sulawesi Institute, dengan program peningkatan ketangguhan ekonomi masyarakat melalui sistem pertanian terpadu di Desa Roraya, Bungin Permai, dan Laeya (Kabupaten Konawe Selatan), dan Kelurahan Sambuli (Kota Kendari). Kegiatan ini sedang berlangsung dan akan berakhir Oktober 2019.

Maluku

  1. Yayasan Walang Perempuan, dengan program memperkaya penggunaan kearifan lokal dalam membangun ketangguhan masyarakat di Negeri (desa) Leihari, Passo, Soya (Kota Ambon), dan Negeri Hative Besar, Allang, Lima (Kabupaten Maluku Tengah). Kegiatan ini berakhir September 2018.
  2. Lembaga Partisipasi Pembangunan Masyarakat (LPPM) Maluku, dengan program informasi cuaca dan iklim serta pertanian permakultur di Negeri Haruku, Wassu, dan Ameth di Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan ini masih berlangsung dan akan berakhir Agustus 2019.

Also available in English