Rabu, 12 Februari 2020

Panduan Praktis Penyusunan Rencana Keberlanjutan Usaha

Panduan BCP
Panduan BCP

Sektor usaha, tak terkecuali usaha skala kecil dan menengah (UKM), merupakan  kelompok yang paling berpotensi  terimbas dampak  bencana alam. Banjir, angin puting beliung, kekeringan, gelombang tinggi dan bencana hidrometeorologi lainnya, semakin sering terjadi dengan intensitas yang semakin membesar dan mempengaruhi bisnis, baik dari sisi infrastruktur (pabrik, tempat produksi lainnya), proses produksi, pasokan bahan baku, distribusi penjualan, hingga mempengaruhi produktivitas karyawan. Hal ini berpotensi mengurangi keuntungan, bahkan menimbulkan kerugian bagi UKM.

Agar UKM mampu menurunkan kerugian (material dan non material) yang ditimbulkan dari bencana alam tersebut, dan dapat tetap dapat melangsungkan bisnisnya, diperlukan rencana keberlanjutan usaha (Business Continuity Plan).Dengan memiliki rencana keberlanjutan usaha, bisnis dapat melakukan adaptasi, bertahan, dan bahkan berkembang di saat kondisi yang tidak menguntungkan.

Menyusun rencana keberlanjutan usaha tidak dapat ditunda lagi. Ingat, bencana dapat terjadi kapan saja, dan ketika Anda berpikir bahwa sesuatu tidak akan pernah terjadi pada usaha Anda, maka sebenarnya itu akan terjadi.