Senin, 30 Desember 2019

USAID Akhiri Empat Tahun Peningkatan Ketangguhan Masyarakat Sulawesi Tenggara terhadap Dampak Iklim dan Bencana

Penyerahanterimaan dokumen kajian dari USAID APIK, diwakili oleh Paul Jeffery selaku Chief of Party USAID APIK, kepada pemerintah Kabupaten Konawe Selatan

Menyusul penutupan program di Provinsi Maluku, USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) secara resmi mengakhiri perjalanannya di Provinsi Sulawesi Tenggara pada tanggal 11 Desember 2019. Bertempat di Kota Kendari, penutupan digelar dalam bentuk diseminasi pembelajaran atas beragam aktivitas dan bantuan teknis di Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan, dalam membangun ketangguhan terhadap dampak iklim dan bencana. Sulawesi Tenggara memiliki garis pantai yang panjang, serta hutan tropis, akan tetapi keduanya mengalami degradasi lahan, peningkatan erosi sepanjang garis pantai dan sedimentasi di sepanjang sungai. Sejak tahun 2016, USAID APIK telah bekerja sama dengan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, untuk mendukung peningkatan kapasitas mereka dalam mengelola risiko iklim dan bencana.

“Dalam rangka merayakan kolaborasi antara pemerintah AS dan Indonesia, kami bangga akan pencapaian yang telah diupayakan USAID APIK bersama dengan berbagai pihak di Indonesia. Hal ini adalah salah satu contoh investasi jangka panjang yang telah diinvestasikan pemerintah AS dalam mendukung peningkatan kemakmuran masyarakat Indonesia, khususnya melalui komitmen bersama dengan mitra kami di Sulawesi Tenggara untuk meningkatkan ketangguhan dan kemandirian masyarakat dalam menghadapi dampak iklim dan bencana,” demikian disampaikan perwakilan USAID Indonesia, Daniel Bellefleur dalam pidato dalam acara diseminasi pembelajaran.

Sambutan oleh perwakilan dari USAID Indonesia, Daniel Bellefleur.

Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan wilayah rentan terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, erosi pantai, kekeringan, badai, dan gelombang ekstrem. Sebagai contoh, baru-baru ini pada bulan Juni 2019 banjir melanda beberapa daerah di Sulawesi Tenggara, termasuk Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan. Banjir tersebut merendam lebih dari 2.000 dan berdampak pada lebih dari 7.000 orang di provinsi tersebut.

Untuk memperkuat ketangguhan pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara terhadap tantangan ini, USAID APIK bekerja sama dengan pemerintah, akademisi, dan perwakilan organisasi masyarakat untuk melakukan beberapa kajian demi mendukung penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah. Seperti dokumen ketanguhan tingkat Kota dan Kabupaten, rencana kontinjensi banjir bandang dan berbagai kajian risiko dan kerentanan yang hasilnya telah diintegrasikan pemerintah ke dalam rencana pembangunan daerah dan alokasi anggaran.

Pada tingkat tapak, USAID APIK bermitra dengan masyarakat untuk melakukan beragam kegiatan peningkatan ketangguhan, seperti pengembangan instalasi sistem peringatan dini, pengelolaan limbah, konservasi ekosistem bakau dan pesisir, rehabilitasi daerah aliran sungai, praktik pertanian cerdas iklim, dan pembangunan kapasitas kesiapsiagaan bencana. USAID APIK bekerja untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana dengan memasang sistem informasi cuaca dan iklim di Bungin Permai dan menerapkan program pengelolaan limbah serta daur ulang di Kampung Salo, Kota Kendari. USAID APIK juga meningkatkan kapasitas petani untuk mengakses dan memanfaatkan informasi cuaca dan iklim melalui Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang berfokus pada pertanian dan penanaman padi, kakao, dan jagung di Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan. USAID APIK juga mendukung pengembangan kualitas hidup para petani rumput laut di Desa Rumba-Rumba, Konawe Selatan melalui peningkatan kapasitas budidaya rumput laut yang lebih baik dengan mempertimbangkan factor cuaca dan iklim. Dengan dukungan USAID APIK, masyarakat sekarang mampu menerapkan praktik-praktik yang baik untuk lebih adaptif menghadapi ketidakpastian iklim.

Selama empat tahun menjalin kemitraan, USAID secara resmi menyelesaikan program APIK pada tahun 2019. Kemitraan yang baik dengan semua pemangku kepentingan ini telah berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas lebih dari 7.000 orang yang kini menjadi lebih siap untuk beradaptasi dengan perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana. USAID akan terus berkolaborasi dengan beragam mitra di Indonesia dalam mendukung pemerintah siapkan masyarakat yang berketangguhan.

Penandatanganan draf Kesepakatan Bersama sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan untuk tetap melanjutkan upaya penguatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi dampak iklim dan bencana.

Melalui kesempatan ini, pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara mengapresiasi hasil yang dilakukan USAID APIK bekerja sama dengan pemerintah di Sultra. “Dengan dukungan USAID APIK, masyarakat kini mampu menerapkan praktik baik untuk lebih adaptif dalam menghadapi ketidakpastian iklim. Kita apresiasi karena produksi seperti SLI jagung dari tiga ton naik menjadi tujuh hingga delapan ton per hektar, begitu pula dengan SLI kakao dan rumput laut yang telah membantu masyarakat meningkatkan jumlah produksi dan keuntungan,” ungkap staff ahli gubernur bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Syahruddin Nurdin.

Acara diseminasi ini ditutup dengan penandatanganan draf kesepakatan bersama (MoU) antara pemerintah Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan sebagai bentuk komitmen kerjasama lintas batas dalam peningkatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana. Melalui penandatanganan ini, diharapkan pemerintah kedua daerah dapat terus berupaya dan bekerjasama lebih baik lagi dalam meminimalisir dampak bencana, terutama banjir yang sering melanda kedua daerah tersebut yang disebabkan meluapnya Sungai Wanggu pada musim penghujan. Draf ini kemudian akan disahkan dan ditandatangani oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Walikota Kendari, dan Bupati Konawe Selatan.

Kunjungan ke SDN 43 dan SDN 32 di Kota Kendari untuk berdiskusi tentang upaya peningkatan kesiapsiagaan tingkat sekolah.

Selain mengakhiri kolaborasi dengan pemerintah daerah di kedua kota/kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara, perwakilan pemerintah AS, Daniel Bellefleur dan Endah Shofiani, bersama dengan Paul Jeffery selaku Chief of Party USAID APIK melakukan kunjungan singkat ke beberapa mitra USAID APIK di tingkat masyarakat. Seperti upaya peningkatan kesiapsiagaan tingkat sekolah di SDN 43 dan SDN 32 Kota Kendari, konservasi mangrove di Desa Awunio, Kabupaten Konawe Selatan, dan pengelolaan sampah di Kampung Salo, Kota Kendari.

(Penulis: Stella Puteri, Communications Specialist: Media and Outreach USAID-APIK)