Selasa, 22 Oktober 2019

USAID APIK Berbagi Pengalaman dalam Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2019

Yovianus Sakera dari USAID APIK memoderasi salah satu sesi teknis dalam Peringatan Bulan PRB 2019. Foto: Dokumentasi USAID APIK
Bersama lembaga lain, tim dari USAID APIK berbagi pengalaman dan berdiskusi dalam Peringatan Bulan PRB 2019. Foto: Dokumentasi USAID APIK

Momentum untuk menggaungkan akan pentingnya pengurangan risiko bencana (PRB) di Indonesia telah dilakukan sejak tahun 2013 dan berlangsung selama bulan Oktober. Di tahun 2019, peringatan Bulan PRB di tingkat nasional dipusatkan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan mengusung tema “PRB Berbasis Ekosistem dan Investasi untuk Ketangguhan.” Secara umum peringatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran bersama, membangun dialog, dan mengembangkan jejaring antar pelaku PRB. Selain itu, ajang ini juga dapat menjadi kesempatan belajar bersama bagi pelaku PRB seluruh Indonesia.

Acara rangkaian puncak peringatan bulan PRB tahun ini dilakukan pada tanggal 11-13 Oktober 2019. Saat pembukaan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo menegaskan tentang potensi ancaman bencana di Indonesia. “Tidak cukup kita bertemu di tempat ini tanpa ada solusi untuk mengurangi risiko bencana yang bisa mengurangi beban masyarakat kita. Oleh karenanya, upaya-upaya pencegahan atau mitigasi hendaknya menjadi komitmen dari kita semua,” jelas dia.

Kepala BNPB, Doni Monardo menerima sambutan selamat datang di Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Foto: Dokumentasi USAID APIK

Kepala BNPB, Doni Monardo menerima sambutan selamat datang di Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Foto: Dokumentasi USAID APIK

Tahun ini, USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) turut serta dalam dua sesi teknis dengan berkolaborasi bersama lembaga-lembaga lain. Dalam sesi berjudul “Seminar Optimalisasi Sumber Daya Lokal dalam Penanggulangan Bencana”, Fredy Chandra selaku Community Based Adaptation Advisor – USAID APIK menjadi salah satu narasumber dan menyampaikan tentang pengembangan sistem informasi aksi adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana komunitas berbasis spasial. Dalam kesempatan ini, USAID APIK menunjukkan pengalaman di lapangan tentang penggunaan OpenStreetMap (OSM) untuk melaporkan informasi kejadian bencana dan aksi adaptasi perubahan iklim yang telah dilakukan di Jawa Timur, Maluku, dan Sulawesi Tenggara. Saat banjir melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara pada pertengahan tahun 2019, USAID APIK juga mendorong pemanfaatan OSM di masyarakat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk melaporkan titik wilayah terdampak dan tempat pengungsian. Dalam panel yang sama, lembaga lain seperti Humanitarian Forum Indonesia (HFI), ASB Indonesia, Wetland, dan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) juga berbagi pengalaman mereka di hadapan 75 orang peserta diskusi.

Fredy Chandra selaku Community Based Adaptation Advisor USAID APIK menunjukkan pemanfaatan OpenStreetMap dalam pemetaan digital berbasis masyarakat. Foto: Dokumentasi USAID APIK

Fredy Chandra selaku Community Based Adaptation Advisor USAID APIK menunjukkan pemanfaatan OpenStreetMap dalam pemetaan digital berbasis masyarakat. Foto: Dokumentasi USAID APIK

Di sesi selanjutnya yang berjudul “Lokakarya Disaster Resilient Cities and Communities”, USAID APIK juga menjadi salah satu narasumber bersama dengan lembaga lain yaitu Yayasan Sayangi Tunas Cilik dan Red Cross Red Crescent Climate Centre (RCCC). Di depan 72 orang peserta diskusi, Panjitresna Prawiradiputra, Disaster Risk Reduction Advisor – USAID APIK menyampaikan materi tentang analisis faktor pendukung peningkatan ketangguhan kota. Ini didasari oleh pengalaman USAID APIK dalam melakukan penilaian ketangguhan di berbagai kota dan kabupaten.“Ada hal-hal yang kalau tidak dilakukan bisa menyebabkan penilaian ketangguhan jadi berlarut-larut, lama, dan hasilnya tidak maksimal. Hal-hal inilah yang menjadi kunci untuk mencegahnya,” rangkumnya. Salah satu faktor penting adalah keberadaan fasilitator lokal yang handal dan punya waktu yang cukup. Fasilitator lokal ini merupakan orang kunci yang akan mengawal proses dari persiapan, penilaian, pemunculan rekomendasi, sampai hasilnya digunakan untuk mendorong kebijakan. Para fasilitator ini juga sebaiknya melakukan simulasi proses penilaian ketangguhan terlebih dahulu sehingga saat melakukan proses yang sebenarnya, mereka menjadi lebih siap.

Panjitresna Prawiradiputra, Disaster Risk Reduction Advisor USAID APIK berbagi pengalaman terkait ketangguhan kota. Foto: Dokumentasi USAID APIK

Panjitresna Prawiradiputra, Disaster Risk Reduction Advisor USAID APIK berbagi pengalaman terkait ketangguhan kota. Foto: Dokumentasi USAID APIK

Selain sesi teknis, USAID APIK juga berbagi pembelajaran dalam pameran yang diadakan di Alun-Alun Taman Merdeka Pangkal Pinang. Pameran ini terbuka untuk umum dan banyak masyarakat yang hadir karena berminat untuk belajar mengenai isu kebencanaan. Di stan USAID APIK, sekitar 185 orang berkunjung dan mencari tahu tentang aksi-aksi adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana yang dapat dilakukan untuk menghadapi dampak iklim yang terjadi di Indonesia.

Pengunjung Pameran Bulan PRB 2019 berdiskusi dengan tim dari USAID APIK tentang membangun ketangguhan terhadap bencana iklim. Foto: Dokumentasi USAID APIK

Pengunjung Pameran Bulan PRB 2019 berdiskusi dengan tim dari USAID APIK tentang membangun ketangguhan terhadap bencana iklim. Foto: Dokumentasi USAID APIK

Peringatan Bulan PRB ini diharapkan dapat meningkatkan peluang kolaborasi antara berbagai pihak baik itu pemerintah, lembaga usaha, masyarakat, dan aktor pembangunan lainnya dalam membangun ketangguhan. Pembahasan tentang PRB yang berbasis ekosistem juga perlu terus digaungkan untuk meningkatkan kesadaran berbagai pihak. Tidak sekadar menjaga lingkungan, tapi juga memerhatikan pentingnya keterkaitan satu tempat dengan tempat lainnya karena kerusakan lingkungan di suatu tempat bisa saja mengakibatkan suatu bencana di tempat lainnya.

(Penulis: Nyoman Prayoga, Communications Specialist: Knowledge Management and Reporting USAID-APIK)