Senin, 16 September 2019

Bersama Pemerintah Daerah, APIK Tingkatkan Kesiapsiagaan Banjir Lintas Desa di Kabupaten Malang

Alur komponen Early Warning System (EWS) di sungai Panguluran, Dokumentasi gambar: USAID APIK

Berangkat dari penilaian Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Dokumen Kajian Risiko Bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Malang memiliki resiko bencana hidrometeorologi (banjir) yang tinggi dikarenakan dampak perubahan iklim. Desa Sitiharjo yang merupakan salah satu desa dampingan USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (USAID APIK), terancam banjir bandang hampir setiap tahunnya. Lokasinya yang berada di hilir sungai Panguluran memperbesar risiko banjir yang dihadapi masyarakat Desa Sitiarjo. Untuk menindaklanjuti kondisi ini, USAID APIK telah menginisiasi tersusunnya dokumen rencana kontinjensi banjir bandang untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus menurunkan risiko bencana untuk meminimalisir kerugian masyarakat dan jatuhnya korban jiwa.

Salah satu rencana kontinjensi banjir bandang yang diinisaiasi USAID APIK di  Desa Sitiarjo adalah pengadaan sistem peringatan dini (Early Warning System – EWS) berbasis komunitas lintas desa di sepanjang sungai Panguluran. EWS ini dilengkapi dengan berbagai komponen termasuk sensor pemantau curah hujan (Automatic Rain Gauge – ARG) dan ketinggian muka air sungai (Automatic Water Level Recorder – AWLR) yang dipasang pada hulu sungai Panguluran. Pada periode bulan Juli-September 2019 lalu, USAID APIK bersama dengan BPBD Kab Malang telah melakukan rangkaian kegiatan untuk pemasangan  ARG ) di desa Sukodono dan AWLR) tipe pressure gauge di desa Kedungbanteng. Sensor AWLR kedua yang berupa AWLR tipe ultrasonik dan perangkat diseminasi sistem peringatan dini banjir di hilir sungai, dipasang oleh USAID APIK dan masyarakat desa  di kantor desa Sitiarjo sebagai petunjuk untuk melakukan evakuasi atau aksi tanggap darurat.

Kepala desa, Mamiek Misniati, turut serta dalam kegiatan simulasi bencana di balai desa Sitiarjo, 23 Februari 2019. Dokumentasi Foto: USAID APIK

Agar masyarakat dapat memanfaatkan, menjaga EWS sesuai fungsinya, dan meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap EWS,  USAID APIK memfasilitasi pelatihan penggunaan dan perawatan EWS beserta komponennya, pada 4 September 2019 di Desa Sitiarjo. Dalam pelatihan ini, USAID APIK turut melibatkan BPBD Kabupaten Malang, perwakilan pemerintah desa dan masyarakat, sertaforum Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana (Forum API-PRB) dari desa Sitiarjo, Sukodono, dan Kedungbanteng.

“Setelah mengikuti pelatihan penggunaan dan perawatan sistem peringatan dini banjir, saya jadi memahami bagaimana membangun kesiapsiagaan banjir melallui pemantauan sistem peringatan dini banjir yang bisa di akses dari handphone ungkap Mamiek Misniati selaku kepala desa Sitiarjo yang turut serta dalam pelatihan penggunaan EWS sungai Panguluran. Mamiek menyebarluaskan akses informasi cuaca dan iklim kepada warga desa demi membangun kesiapsiagaan bersama, melalui platform handphone (http://ewsjatim.id/m/).

Bagaikan gayung bersambut, pemerintah desa merespon kegiatan USAID APIK ini dengan baik, komitmen pemerintah desa dalam mendorong peningkatan ketangguhan masyarakat terwujud melalui pengalokasian dana desa sebesar Rp 4.800.000 untuk pengadaan alat komunikasi dan koordinasi saat terjadi bencana berupa handy talkie (HT) sebanyak delapan unit. Rangkaian pengadaan dan pelatihan penggunaan EWS akan disempurnakan dengan simulasi bencana dan pengoperasian seluruh komponen EWS yang dilaksanakan pada bulan Oktober.

__

(Penulis: Stella Yovita Arya Puteri – Communications Specialist: Media and Outreach – USAID APIK)