Selasa, 30 Juli 2019

Kemah Sekolah Ajak Siswa di Jombang Peduli Iklim dan Bencana

Cerita-cerita tentang adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana diperkenalkan kepada para siswa. Foto: Dokumentasi USAID APIK
Cerita-cerita tentang adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana disampaikan kepada para siswa. Foto: Dokumentasi USAID APIK

Urgensi pendidikan lingkungan menjadi semakin meningkat di kalangan pemuda dan pelajar saat ini. Kesadaran dan kepedulian terhadap penurunan kualitas lingkungan yang tidak lepas dari kehidupan manusia perlu ditanamkan pada generasi penerus masa depan. Terlebih lagi fenomena perubahan iklim semakin menunjukkan dampak-dampak yang dirasakan di masyarakat, khususnya bencana yang merugikan banyak pihak. Maka dari itu, sekolah dituntut untuk bisa menciptakan agen-agen perubahan yang dapat mendorong perwujudan kondisi lingkungan yang lebih baik.

Pada tanggal 27-28 Juli 2019 kemarin, USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan lembaga lain di Kabupaten Jombang dalam penyelenggaraan perkemahan sekolah untuk kesadaran adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana. Kegiatan dua hari yang diberi judul ‘Green Youth Leadership’ tersebut bertujuan meningkatkan keterlibatan pemuda dan pelajar melalui pendidikan lingkungan serta pembentukan figur kepemimpinan yang mampu menginspirasi masyarakat luas agar lebih memperhatikan kelestarian lingkungan. Dalam konteks kepemimpinan, para siswa yang terlibat di perkemahan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dirinya untuk mengembangkan energi positif bagi lingkungan di sekitarnya serta menjadi contoh dalam keseharian, terutama dalam kepedulian terhadap lingkungan hidup. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 78 peserta dari empat perguruan tinggi dan 13 SMA/SMK di Kabupaten Jombang. Selain USAID APIK dan DLH Kabupaten Jombang, kegiatan ini juga didukung oleh Lembaga Sanggar Hijau Jombang, RADAR Jawa Pos, ECOTON Jawa Timur, dan INISIATIF Jombang.

Para generasi muda mendapat motivasi untuk beraksi menjaga lingkungan. Foto: Dokumentasi USAID APIK

Para generasi muda mendapat motivasi untuk beraksi menjaga lingkungan. Foto: Dokumentasi USAID APIK

Konsep kemah dipilih karena dapat memberikan ruang yang lebih intensif bagi para siswa dalam proses belajar. Permainan-permainan edukatif dan bersifat kompetisi juga diberikan agar mereka tetap semangat mengikuti keseluruhan kegiatan. Selain penguatan kapasitas kepemimpinan, secara khusus para siswa belajar mengenai dampak dan bencana akibat perubahan iklim serta aksi adaptasi dan mitigasi yang dapat dilakukan. Selain itu, mereka juga mendapat kesempatan belajar untuk membuat karya tulis jurnalistik lingkungan dan menyusun strategi kampanye lingkungan yang efektif. Harapannya, para siswa bisa lebih aktif menggaungkan pesan-pesan untuk menjaga lingkungan. Setelah menghabiskan satu malam di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kebon Ratu, Peterongan, keesokan paginya peserta perkemahan melakukan aksi kampanye lingkungan di area Car Free Day Jalan Wahid Hasyim, Kabupaten Jombang. Dengan membawa beragam poster dan spanduk, mereka aktif menyampaikan pesan-pesan untuk menjaga lingkungan dan mendapat perhatian para pengunjung CFD.

Kampanye lingkungan oleh para remaja di CFD Jl. Wahid Hasyim, Jombang. Foto: Dokumentasi USAID APIK

Kampanye lingkungan oleh para remaja di CFD Jl. Wahid Hasyim, Jombang. Foto: Dokumentasi USAID APIK

Para generasi muda yang sangat familiar dengan penggunaan media sosial juga beramai-ramai mengunggah aktivitas mereka di CFD ke Instagram untuk menyebarkan pesan menjaga lingkungan ke jejaring mereka. Lewat video yang diunggahnya, Nanda Satria, siswa SMKN 3 Jombang, menyampaikan harapannya agar setelah kegiatan ini para pemuda pemudi dan masyarakat Jombang pada umumnya bisa menjaga lingkungan dan sesederhana tidak membuang sampah sembarangan. Pada video lain, Bintaresi Lasaiva dari SMA Negeri Mojoagung mengunggah video menarik, menunjukkan aksi peserta kemah sekolah yang ikut memungut sampah-sampah yang dibuang sembarangan di CFD Jombang. Aksi sederhana ini merupakan bentuk kampanye dengan cara menunjukkan kepada publik bagaimana seharusnya masyarakat menjaga lingkungan. Dalam unggahannya, dia menulis, “Sudahkah anda berbuat baik kepada alam? Jika belum, mari pelihara alam agar kita dapat memiliki masa depan yang baik!”

(Penulis: Nyoman Prayoga, Communications Specialist: Knowledge Management and Reporting USAID-APIK)