Kamis, 2 Mei 2019

USAID APIK Dorong Ketangguhan Masuk dalam Anggaran Desa

Malang, 2 Mei 2019 – USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (USAID APIK) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Malang menyelenggarakan lokakarya diseminasi Panduan Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk Ketangguhan Bencana di kantor pemerintah Kabupaten Malang. Acara diseminasi bertujuan menyebarluaskan panduan, mendengar pengalaman dari pemerintah desa, serta mengindentifikasi kegiatan Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana (API-PRB) yang berpotensi dibiayai oleh APBDes. Perwakilan lebih dari 30 desa di Kabupaten Malang menghadiri acara tersebut.

Data penilaian Indeks Risiko Bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan Kabupaten Malang memiliki risiko bencana yang tinggi. Dalam tiga tahun terakhir, tren kejadian bencana terutama hidrometeorologi (terkait cuaca) seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung terus meningkat. Dari total 390 desa di Kabupaten Malang, 107 desa memiliki kerawanan tinggi, 186 desa memiliki kerawanan sedang, dan 97 desa memiliki kerawanan rendah. Dengan kerawanan bencana ini, maka penting bagi desa untuk mengintegrasikan kegiatan peningkatan ketangguhan ke dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan.

Walau begitu, seringkali ditemui perangkat desa belum terlalu paham tentang mekanisme dan prosedur dalam merencanakan dan mengalokasikan APBDes untuk ketangguhan dan lingkungan hidup, walau hal tersebut telah disebutkan dalam Undang-Undang dan peraturan turunan seperti Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi No 16 tahun 2018 tentang prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2019. Melihat hal tersebut, APIK berkolaborasi dengan Pusat Studi Pengurangan Risiko Bencana Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang, untuk menyusun panduan yang membantu pemerintah dan masyarakat desa mengembangkan perencanaan dengan perspektif API-PRB dan menyebarluaskannya.

“Sosialisasi panduan penggunaan APBDes menjadi signifikan agar tidak terjadi kesalahan pemahaman, ketakutan dan keraguan dalam memanfaatkan anggaran, serta kesalahan menentukan prioritas penggunaan anggaran sesuai kebutuhan masyarakat di desa. Perlu pemahaman dan wawasan bahwa sumber daya dan anggaran yang dimiliki desa juga dapat digunakan untuk isu-isu terkait dengan keberlanjutan kehidupan manusia, salah satunya ketangguhan dan pengelolaan perubahan iklim,” kata Benny Irwan, Pelaksana Tugas Direktur Fasilitasi Keuangan dan Aset Pemerintah Desa Kementerian Dalam Negeri. Perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi hadir dalam kegiatan tersebut.

Untuk menginspirasi pemerintah desa lain, perwakilan Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan berbagi pengalaman tentang keberhasilan mereka mengintegrasikan kegiatan API-PRB ke dalam skema pembiayaan desa. “Tahun 2018, ada 3 kegiatan API-PRB yang dibiayai desa, yaitu pembuatan bak penampungan air hujan di tiga titik, pembuatan jalur evakuasi, dan pemasangan rambu evakuasi di 25 titik yang terpantau sebagai daerah rawan longsor. Untuk tandon penampung air hujan kami bangun karena desa ini tiap tahunnya selalu mengalami kekeringan,” kata Suwandi, Sekretaris Desa Sumberagung. Secara total, pemerintah desa mengalokasikan Rp 60.049.000 untuk aksi-aksi tersebut.

Ardanti Sutarto, Manajer Regional Jawa Timur program USAID APIK menyampaikan, “Melalui panduan yang kami fasilitasi, kami memberikan contoh kegiatan prioritas yang sadar bencana, dan bagaimana kegiatan tersebut dapat dipadukan dengan sub-bidang lain. Sebagai contoh,  pemasangan sirine peringatan dini di lokasi pariwisata bisa masuk ke sub-bidang pariwisata, sementara penyusunan peta rawan bencana masuk ke sub-bidang sistem informasi desa. Selain itu, kami harap panduan yang kami susun bersama ini dapat melengkapi, serta menjadi petunjuk teknis untuk Pedoman Umum Fasilitasi Pengendalian Perubahan Iklim di Desa yang sedang digodok oleh Kemendesa di tingkat nasional,” katanya.

Kontak wawancara:

  • Ardanti Sutarto – Manajer Regional Jawa Timur Program USAID APIK – email: Ardanti_Sutarto@dai.com dan HP 0811-2556-707

Kontak media dan permintaan foto:

  • Enggar Paramita (Communication Specialist USAID APIK) – email: Enggar_Paramita@dai.com dan HP 0811-1772-687 atau Stella Yovita Arya Puteri (Communication Officer USAID APIK) – email: Stella_Puteri@dai.com dan HP 0811-9885-695

Catatan untuk Editor:

Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) merupakan program berdurasi lima tahun dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) untuk membantu Indonesia mengelola risiko bencana dan iklim. APIK bekerja memperkuat kapasitas Pemerintah Indonesia di tingkat nasional, provinsi, hingga tingkat lokal. Dengan menggunakan pendekatan lanskap, APIK juga bekerja langsung dengan masyarakat dan sektor bisnis agar secara proaktif mengelola risiko, serta meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan untuk mengakses, memahami, dan mengomunikasikan informasi iklim. Informasi lebih lanjut tentang APIK kunjungi www.apikindonesia.or.id