Jumat, 29 Maret 2019

Forum Dibentuk, Masyarakat Sutojayan Merespon

Diskusi bersama masyarakat. (Foto: Herry Susanto/USAID APIK).

Dalam periode 2010-2017, Kabupaten Blitar di Jawa Timur seringkali mengalami bencana, terutama banjir, longsor, dan puting beliung. Salah satu wilayah yang sering dilanda banjir adalah Kelurahan Sutojayan, Kecamatan Sutojayan. Sutojayan berasal dari bahasa Jawa yaitu kata Suto (artinya anak) dan Joyo (artinya kebahagiaan). Sutojayan yang berada di Blitar Selatan dulunya merupakan hutan belantara yang lebat dan terletak di hilir Kali Bogel yang merupakan sub DAS Brantas. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh gundulnya hutan di wilayah hulu yaitu Desa Bacem dan Desa Kalipang, serta beralih fungsinya badan sungai menjadi area persawahan dan bangunan.

Banjir yang sering melanda mengakibatkan kondisi masyarakat menjadi rentan. Selain itu, banjir mengganggu perekonomian, berkurangnya penyediaan air bersih, merusak infrastruktur jalan, sekolah, dan lain-lain. Misalnya pada 11 Februari 2017, banjir melanda Sutojayan dengan ketinggian air mencapai 70 cm. Selain merendam ratusan rumah, banjir juga merusak sekitar 150 hektar area persawahan yang baru saja ditanami bibit. Berangkat dari kondisi tersebut, maka USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (USAID APIK) bersama Kelompok Kerja Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana (Pokja API-PRB) di bawah koordinasi Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Blitar bersepakat untuk menetapkan Kelurahan Sutojayan sebagai daerah dampingan dalam hal penanganan banjir.

Di tingkat komunitas, APIK giat melakukan serangkaian pendekatan dan memberikan pemahaman tentang penanggulangan bencana, dan bersama masyarakat membentuk wadah komunikasi penanganan banjir. Rencana ini ditindaklanjuti, dan pada tahun 2017, dibentuklah Forum API-PRB yang melibatkan karang taruna, kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), petani, pedagang, pemerintah kelurahan, tentara, serta polisi di Kelurahan Sutojayan.

Melalui kegiatan Forum API-PRB, masyarakat telah melakukan beberapa pertemuan untuk membahas masalah penanganan banjir yang dilakukan secara partisipatif. Dalam kegiatan, keterlibatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar meningkatkan semangat masyarakat untuk turut serta. Salah satu tokoh masyarakat yang cukup berperan adalah Kusnadi. Ia adalah kader pembangunan Kelurahan Sutojayan yang aktif sebagai anggota Forum API-PRB dan menjadi penghubung bagi anggota Pokja untuk berkomunikasi dengan aparat kelurahan dan kecamatan dalam mengawal rencana pembangunan. Ia juga memantau kondisi Kali Bogel terutama saat hujan besar dan membagikan informasi ini melalui handie talkie. Menurut Kusnadi, banyak warga di kelurahannya memilih bertahan di rumah walau rumah terjadi banjir, karena sudah terbiasa. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa jika tinggi banjir tidak sampai setinggi rumah maka masyarakat tidak akan mengungsi. Hal seperti inilah yang perlu didiskusikan dengan masyarakat agar lebih memahami penanggulangan banjir.

Dengan adanya Forum API-PRB, masyarakat mulai paham cara membaca peta rawan bencana di wilayahnya, merumuskan aksi untuk membuat sumur resapan (biopori) untuk membantu penyerapan air hujan, menyusun proposal kegiatan latihan penanganan banjir termasuk pembuatan dapur umum. Hasil rumusan kegiatan tersebut kemudian dibawa ke dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan, kecamatan, serta kabupaten. Beberapa usulan kegiatan yang dihasilkan masyarakat melalui rembuk forum ditindaklanjuti oleh DLH yang pada Agustus 2017 mengadakan acara  pembuatan biopori, penanaman pohon untuk konservasi, pembersihan sampah di Kali Bogel dalam rangka perayaan hari kemerdekaan Indonesia.

Beberapa usulan kegiatan lainnya yang dibahas dalam forum warga dan dilaksanakan secara bersama dengan aparat kelurahan adalah menyusun peraturan kelurahan tentang pengelolaan dan perbaikan lingkungan, perlindungan terhadap pohon, serta penetapan anggota forum dalam tim satuan tugas banjir tingkat kecamatan.

Untuk lebih memberikan hasil yang lebih luas dalam penanganan banjir, beberapa anggota Forum API-PRB tersebut secara aktif ikut mengawal usulan perencanaan program melalui kegiatan Musrenbang kelurahan. Musrenbang tingkat kelurahan merupakan wahana dialog antara pemerintah kelurahan bersama warga untuk berembuk menyusun program tahunan dan menyepakati kegiatan pembangunan yang sesuai kebutuhan masyarakat. Di dalam Musrenbang, perumusan persoalan, kebijakan, peraturan, anggaran, baik melalui swadaya atau melalui pos bantuan daerah didiskuskan

Namun demikian, tidak seluruh usulan masyarakat yang dihasilkan akhirnya dapat ditetapkan sebagai program dari pemerintah kabupaten. Hal ini karena adanya penentuan skala prioritas sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Oleh karena itu untuk mendorong upaya merealisasikan usulan perencanaan pembangunan dari masyarakat diperlukan adanya  dukungan maupun koordinasi dengan berbagai pihak. Upaya lain yang dilakukan oleh Forum API-PRB adalah membuat proposal kegiatan penanganan banjir yang disampaikan melalui Bappeda untuk selanjutnya dilakukan pembahasan bersama instansi lainnya. Program pengendalian banjir sendiri di 2018 menjadi perhatian pemerintah pusat yang menggelontorkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebesar Rp 185 milyar normalisasi Kali Bogel dan Kali Kesing.

Dari pelaksanaan kegiatan Forum API-PRB yang sudah berjalan tersebut, masyarakat dan anggota forum memperoleh pembelajaran mulai dari pemahaman tentang bencana banjir dan penanggulangannya, cara menyusun kegiatan, hingga mengawal perencanaan pembangunan. Ke depannya Forum API-PRB akan mengawal usulan pembangunan yang telah direncanakan bersama, dengan membuat proposal ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait misalnya BPBD, DLH, dan Bappeda. Selain itu, Forum API-PRB juga melaksanakan kegiatan bersama dalam mengurangi banjir seperti penanaman pohon, pembersihan sungai, dan penyuluhan ke masyarakat.

(Penulis: Herry Susanto, Governance/Institutional Strengthening Specialist APIK Jawa Timur)

 

Also available in English