Selasa, 12 Februari 2019

USAID APIK Dukung Pemprov Sultra Integrasikan Adaptasi Perubahan Iklim ke dalam Rencana Strategis OPD

Press release sultra

Kota Kendari, 12 Februari 2019 – USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (USAID APIK) bekerja sama dengan pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Pelatihan dan Lokakarya Pengintegrasian Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana (API-PRB) ke dalam Rencana Strategis (Renstra) Organisasi Perangkat Daerah (ODP) Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan yang digelar pada tanggal 12–14 Februari 2019 di Kota Kendari ini merupakan salah satu upaya memperkuat ketangguhan terhadap dampak perubahan iklim dan bencana, melalui integrasi API-PRB dalam kerangka tata kelola pemerintahan baik tingkat nasional maupun daerah. Lebih dari 30 perwakilan dari berbagai OPD kunci terkait API-PRB terlibat, di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang, serta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga.

Pelatihan dan lokakarya ini merupakan tindak lanjut dari pencapaian daerah yang telah berhasil memasukkan isu API-PRB ke dalam rancangan dokumen Rencana Pembangunan Daerah (RPJMD) 2018–2023. Hal ini diupayakan untuk menjawab tantangan daerah, di mana sebagian besar wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi menurut Kajian Risiko Bencana Indonesia (IRBI, 2015), khususnya bencana hidrometereologi seperti banjir dan longsor yang kerap terjadi di beberapa kabupaten dan kota provinsi. USAID APIK juga telah mendukung pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait, khususnya yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) API-PRB, dalam menyelenggarakan serangkaian diskusi  dan pertemuan untuk mengintegrasikan API-PRB ke dalam perencanaan pembangunan Provinsi Sulawesi Tenggara. Rangkaian diskusi dimulai dari bulan Juli 2018 lalu di tingkat Pokja API-PRB untuk integrasi API-PRB ke dalam RPJMD yang disempurnakan dengan pelatihan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk penyusunan RPJMD pada bulan Agustus 2018.

Acara dibuka secara resmi oleh Robert Maturbong selaku pelaksana tugas Kepala Bappeda Sultra. Robert menyampaikan bahwa upaya integrasi API-PRB ke dalam Renstra OPD ini merupakan tindak lanjut dan penjabaran dari dokumen RPJMD Sultra 2018-2023 yang telah memuat beragam target terkait pembangunan ketangguhan daerah terhadap risiko bencana dan dampak perubahan iklim. “Pelatihan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk membangun ketangguhan daerah. Diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui penjabaran program kegiatan serta penganggaran OPD,” tambah Robert.

Perwakilan USAID APIK, Buttu Ma’dika selaku Regional Manager APIK Sulawesi Tenggara turut menambahkan bahwa isu API-PRB secara spesifik telah dimuat dalam rancangan awal RPJMD Sultra 2018-2023 pada sasaran ke-8 untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya dengan indikator sasaran yaitu meningkatnya persentase kabupaten/kota di Sultra yang tangguh bencana. Melalui kegiatan ini, Buttu berharap setiap OPD dapat menjabarkan lebih rinci sasaran terkait API-PRB yang telah dimuat dalam RPJMD ke dalam Renstra berupa program dan kegiatan untuk periode lima tahun ke depan. Selanjutnya, Renstra akan menjadi acuan penyusunan rencana kerja tahunan (Renja).

“Kegiatan ini akan menghasilkan rencana tindak lanjut berupa prioritas kegiatan, ide dan langkah ke depan yang dapat segera diimplemetasikan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan tidak hanya mewujudkan pengintegrasian API-PRB ke dalam Renstra, tetapi juga dapat membangun pemahaman bersama di kalangan seluruh OPD, tentang pentingnya pengarusutamaan API-PRB dalam perencanaan daerah,” tegas Buttu.

Kontak wawancara: Buttu Ma’dika (Regional Manager Sulawesi Tenggara Program USAID APIK) – email: Buttu_Madika@dai.com dan HP 0852-5529-7282

Kontak media dan permintaan foto: Enggar Paramita (Communication Specialist Program USAID APIK) – email: Enggar_Paramita@dai.com dan HP 0811-1772-687 atau Stella Yovita Arya Puteri (Communication Officer Program USAID APIK) – email: Stella_Puteri@dai.com dan HP 0811-9885-695

Catatan untuk editor:

Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) merupakan program berdurasi lima tahun dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) untuk membantu Indonesia mengelola risiko bencana dan iklim. APIK bekerja memperkuat kapasitas Pemerintah Indonesia di tingkat nasional, provinsi, hingga tingkat lokal. Dengan menggunakan pendekatan lanskap, APIK juga bekerja langsung dengan masyarakat dan sektor bisnis agar secara proaktif mengelola risiko, serta meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan untuk mengakses, memahami, dan mengomunikasikan informasi iklim. Informasi lebih lanjut tentang APIK kunjungi www.apikindonesia.or.id