Kamis, 20 Desember 2018

USAID APIK Angkat Isu Inklusi dan Kolaborasi dalam Seminar Akademis Tingkat Regional

Pada tanggal 24-26 September 2018, USAID APIK mengambil bagian dalam 2018 Southeast Asia Disaster Risk Governance Academic Seminar yang diselenggarakan di Kampus Thammasat University di Bangkok.  Seminar ini digelar bersama oleh ASEAN Committee for Disaster Management (ACDM), International Federation of Red Cross and Red Crescent  Societies (IFRC),  dan  Faculty of Political Science Thammasat University. Secara khusus, IFRC bekerja dengan ACDM dalam “ASEAN Peer to Peer Learning: Disaster Law and Policy Platform” yang bertujuan menyediakan wadah diskusi dan berbagi hasil pembelajaran antara negara-negara ASEAN.

Seminar ini berfokus untuk meninjau dan menindaklanjuti penilaian serta masukan peer review committee atas masing-masing makalah dalam kerangka tema “Effective legal frameworks for inclusive and climate smart disaster risk governance”.  Anggota peer review committee terdiri dari akademisi dan praktisi pengelolaan bencana dari berbagai institusi di Asia Tenggara. Sejumlah 29 penyaji makalah mendapatkan kesempatan mendapatkan masukan dari praktisi dan ilmuwan dari ranah pengelolaan bencana dan tata kelola pemerintahan. Keseluruhan makalah dikelompokkan dalam kategori sub-tema: 1) climate and disaster risk-informed policy making, 2) gender and diversity mainstreaming in disaster risk management system, 3) institutional structures and mechanism for inclusive disaster risk governance, dan, 4) mechanism for regional cooperation towards climate smart disaster risk management system.

USAID APIK turut serta dalam sesi diskusi sub-tema 3 diwakili oleh Ari Mochammad dan Suryani Amin, dimoderasi oleh Aj. Iain Cowie dengan menyajikan makalah bertajuk “Establishing a collaborative and inclusive approach in creating local regulations for climate and disaster resilience in Indonesia”. Makalah tersebut lolos seleksi peer review committee dan merupakan studi kasus atas rancangan Peraturan Daerah Adaptasi Perubahan Iklim Sulawesi Tenggara dan Roadmap Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Provinsi Maluku. Makalah menjabarkan aspek inklusivitas dan kolaborasi dari sisi proses dan substansi isi produk regulasi.

Peer reviewers mengapreasiasi makalah yang disampaikan USAID APIK karena dipandang mewakili pengalaman praktis pelaku. Pakar Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dari Thailand, Dr. Parichatt Krongkant, menanggapi makalah dengan memberikan saran agar memperluas cakupan telaah hingga menyajikan contoh bentuk-bentuk inklusi yang lebih spesifik terhadap masing-masing kelompok rentan yang diidentifikasi, termasuk mengetengahkan gambaran tahap pra-konsultasi publik. Selain itu, langkah yang sudah dilakukan pemerintah daerah atas isu inklusi juga perlu disertakan. Gender Advisor IFRC Asia Pacific, Dr. Priyanka Bhalla turut menyarankan akan perlunya mencantumkan berbagai tipologi dalam konsep partisipasi untuk menilai derajat inklusi.

Selanjutnya, seluruh makalah akhir disusun menjadi produk publikasi yang diharapkan dapat berkontribusi  memberikan materi pembelajaran  PRB di tingkat regional.

Baca makalah lengkapnya di halaman 140 dokumen proceeding di tautan di bawah.

(Penulis: Suryani Amin, Community-Based Climate Change Adaptation Advisor USAID APIK)

Also available in English

Unduh PDF