Kamis, 20 Desember 2018

Berbagi Pengalaman melalui Diskusi Pengarusutamaan Gender dalam Konteks Perubahan Iklim

Pada hari Rabu, 12 Desember 2018, USAID APIK turut terlibat dalam diskusi Pengarusutamaan Gender (PUG) Bidang Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 15 peserta dari beragam satuan kerja PPI dari Sumatera, Bali, Jawa, Maluku dan Papua ini bertujuan meningkatkan pemahaman terkait PUG dan mendukung percepatan pelaksanaan PUG khususnya bidang PPI. Selain itu, KLHK tidak hanya mewadahi para peserta diskusi untuk lebih mampu menemukenali isu gender, tetapi juga mendorong penyusunan modul pengawasan kegiatan yang responsif gender dan menggali bahan evaluasi efektivitas penerapan PUG di bidang PPI.

Mengingat pentingnya penerapan dan pengarusutamaan gender dalam upaya Sustainable Development Goals (SDGs), melalui diskusi ini, KLHK turut mengajak beragam perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mengumpulkan data terkait kegiatan PUG dalam setiap penerapan upaya pembangunan.

Kegiatan diskusi dibuka dengan pemaparan dari Solidaritas Perempuan (SP) tentang dampak perubahan iklim terhadap perempuan, baik pada lingkup daerah, nasional, maupun internasional. Dipaparkan bahwa temuan global mengindikasikan bahwa perubahan iklim lebih berdampak pada perempuan terutama karena perempuan tidak tercatat sebagai pencari nafkah. Untuk mengatasi ini, SP menyampaikan bahwa Indonesia sudah mengadopsi konvensi internasional seperti SDGs sehingga kesetaraan gender dan penguatan kelompok perempuan mulai dilakukan.

Melengkapi paparan PUG di bidang PPI, Gender Specialist USAID APIK, Irmia Fitriyah, menjelaskan bagaimana konsep gender diintegrasikan dalam perubahan iklim, dan memberikan contoh praktik baik yang telah dan akan dilakukan APIK.

Irmia juga memaparkan bahwa gender merupakan indikator penting bagi APIK dalam melakukan kajian awal. Kajian yang dilakukan USAID menemukan bahwa ketidakadilan gender yang telah terjadi sebelumnya masih akan tetap terjadi saat perubahan iklim dan bencana mengancam. Temuan ini menjadi awal dari kajian gender di tiga wilayah kerja APIK dengan pendekatan bentang lahan yang berbeda-beda, yaitu Jawa Timur dengan lanskap Daerah Aliran Sungai (DAS), Sulawesi Tenggara dengan lanskap pesisir, dan Maluku dengan lanskap pulau-pulau kecil.

“Dampak perubahan iklim yang dirasakan perempuan cukup beragam, misalnya banyak perempuan di Sultra dan Maluku bermatapencaharian sebagai nelayan, namun nelayan sering kali diasumsikan sebagai pekerjaan laki-laki. Sementara di Jatim, di bidang pertanian khususnya, perempuan bermatapencaharian sebagai petani, tetapi keputusan pengelolaan lahan tetap ada di tangan laki-laki, dan seringkali perempuan tidak tercatat secara statistik sebagai petani. Hal ini berpengaruh terhadap rendahnya keterlibatan perempuan dalam upaya peningkatan ketangguhan,” tambah Irmia.

Berangkat dari berbagai temuan di lapangan, USAID APIK berupaya agar akses perempuan terhadap peningkatan kapasitas dalam bidang pertanian dan perikanan dapat meningkat, termasuk akses perempuan terhadap pengambilan keputusan di tingkat komunitas dan layanan jasa keuangan. Praktik baik USAID APIK yang sudah mempertimbangkan kesetaraan gender salah satunya  adalah di Kabupaten Malang, Jawa Timur. APIK mendorong seorang bidan di Desa Gajahrejo, Ning Risa Novelani, menjadi ketua Forum API PRB. Keterlibatan dan perannya membuatnya memahami isu-isu spesifik perempuan, seperti akses terhadap air bersih. Di samping itu, APIK juga telah melakukan penyusunan Gender Analysis Pathway dan Gender Budget Statement dalam konteks API-PRB serta mendorong pengintegrasian API-PRB yang responsif gender bersama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Bappeda Kota Batu, Jatim.

Diharapkan diskusi terkait PUG seperti ini dapat menjadi wadah berbagi pengalaman sehingga integrasi gender dalam kegiatan dan upaya pengedalian perubahan iklim dapat diimplementasi dan direplikasikan banyak pihak.

 

Also available in English