Kamis, 6 Desember 2018

USAID APIK dan Yayasan Sahabat Multi Bintang Dorong Pariwisata Berbasis Konservasi

USAID APIK dan Yayasan Sahabat Multi Bintang Dorong Pariwisata Berbasis Konservasi
USAID APIK dan Yayasan Sahabat Multi Bintang Dorong Pariwisata Berbasis Konservasi

Mojokerto, 6 Desember 2018 – USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (USAID APIK) dan Yayasan Sahabat Multi Bintang (YSMB) menandatangani perjanjian kerja sama untuk meningkatkan pariwisata berbasis konservasi dan pengurangan risiko bencana di Desa Claket, Padusan, dan Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Bertempat di Balai Adat Sendi, Desa Pacet, penandatanganan kerja sama turut disaksikan oleh perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pariwisata, Bappeda, dan Dinas Lingkungan Hidup.

Kecamatan Pacet yang berada di kaki Gunung Welirang dan Penanggungan adalah kawasan strategis, karena merupakan wilayah pertanian yang subur, daerah tangkapan air, dan juga tujuan wisata yang populer di Jawa Timur dengan adanya pemandian air panas, kolam renang, dan arung jeram di daerah tersebut. Namun di balik potensi tersebut, Kecamatan Pacet tergolong rawan bencana hidrometeorologi (terkait cuaca) seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Hal ini terjadi tahun 2002 saat terjadi longsor di pemandian air panas Pacet yang mengakibatkan puluhan korban jiwa. Banjir dan longsor diduga terjadi akibat mulai gundulnya kawasan hutan dan kurangnya vegetasi yang dapat menahan tanah dan laju erosi.

“YSMB menyambut baik kerja sama ini karena beberapa desa di Pacet rawan terkena bencana, dan akibat dari pengembangan pariwisata yang tidak terkendali akan dapat memicu alih fungsi lahan dan dampak yang membahayakan lingkungan, sehingga upaya kolektif untuk mencegah penurunan kualitas lingkungan dan meminimalkan potensi bencana amatlah penting. Hal ini pun selaras dengan visi dan misi YSMB dalam hal pembinaan lingkungan,” kata Hning Wicaksono, Direktur Eksekutif Yayasan Sahabat Multi Bintang.

Kolaborasi USAID APIK dan YSMB akan diimplementasikan dalam bentuk penyusunan kajian kerentanan, risiko, dan dampak perubahan iklim untuk bentang lahan ketiga desa bersama masyarakat. Dalam kajian ini masyarakat memetakan kondisi wilayah, hal-hal yang mengancam dan menentukan aksi untuk mengatasinya. Aksi adaptasi yang dijalankan akan berdasarkan hasil kajian wilayah dan kesepakatan masyarakat. Beberapa contoh ide aksi adaptasi yang berpotensi untuk direalisasikan antara lain adalah penanaman bambu di wilayah rawan longsor, pembuatan instalasi pembuangan air limbah cair usaha terkait pariwisata misalnya warung dan restoran, pembuatan greenhouse, bank sampah, dan penyebarluasan informasi cuaca dan iklim.

Kepala Desa Padusan, Iryani Muarifah mendukung positif kemitraan ini, “Di Desa Padusan, pariwisata menjadi andalan utama, sehingga kerja sama antar APIK dan YSMB kami harap dapat memajukan potensi yang sekaligus meningkatkan perekonomian daerah,”.  Menanggapi hal tersebut, Manajer Regional Jawa Timur Program USAID APIK, Ardanti Sutarto mengatakan, “Aktivitas pariwisata di ketiga desa ini sudah berjalan dan diprediksi di tahun mendatang akan semakin berkembang pesat, sehingga pengelolaannya sebisa mungkin harus dilakukan secara berkelanjutan. Untuk menjamin keberlanjutan, kami juga akan mendukung advokasi pengembangan Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana (API-PRB) dan pengembangan desa berbasis konservasi ini ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).

Kontak wawancara:

  • Ardanti Sutarto – Manajer Regional Jawa Timur Program USAID APIK – email: Ardanti_Sutarto@dai.com dan HP 0811-2556-707
  • Didik Suharsono – Corporate Sustainability Manager PT. Multi Bintang Indonesia – email: Suharsono@multibintang.co.id dan HP 0812-1700-061

Kontak media dan permintaan foto: Enggar Paramita – Spesialis Komunikasi Program USAID APIK – email: Enggar_Paramita@dai.com dan HP 0811-1772-687

Catatan untuk editor:

  • Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) merupakan program berdurasi lima tahun dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) untuk membantu Indonesia mengelola risiko bencana dan iklim. APIK bekerja memperkuat kapasitas Pemerintah Indonesia di tingkat nasional, provinsi, hingga tingkat lokal. Dengan menggunakan pendekatan lanskap, APIK juga bekerja langsung dengan masyarakat dan sektor bisnis agar secara proaktif mengelola risiko, serta meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan untuk mengakses, memahami, dan mengomunikasikan informasi iklim. Informasi lebih lanjut tentang APIK kunjungi apikindonesia.or.id
  • Yayasan Sahabat Multi Bintang adalah lembaga atau yayasan yang berfokus pada tiga pilar kegiatan yaitu teknologi pangan, pembinaan sosial – lingkungan, dan kewirausahaan. Termasuk di dalamnya bantuan untuk tanggap bencana, di antaranya bantuan air mineral dan akses air bersih bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Lombok dan Palu di tahun 2018.