Rabu, 29 Agustus 2018

Kemitraan USAID APIK, Cargill, dan Asosiasi Peternak Bangun Ketangguhan Peternak Ayam di Blitar  

Blitar, 29 Agustus 2018 –  USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (USAID APIK), PT Cargill Indonesia, dan Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) menandatangani nota kesepahaman yang menandai langkah awal untuk meningkatkan ketangguhan peternak ayam di Desa Suruhwadang, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Komitmen kerja sama diwujudkan dalam proyek percontohan kandang sesuai prosedur biosekuriti, bantuan ayam petelur, peningkatan kapasitas peternak dalam mengelola pengelolaan peternakan dan menghadapi risiko akibat perubahan cuaca ekstrem.

Kabupaten Blitar adalah salah satu penghasil telur terbesar di Jawa Timur, dengan jumlah ayam petelur 15.170.000 ekor dan produksi mencapai 151.931 ton[1]. Dengan angka tersebut, Blitar mampu menyuplai 70% kebutuhan telur Jawa Timur dan 30% permintaan nasional[2]. Akan tetapi peternak di Blitar kini menghadapi serangan wabah Drop Production Syndrome. Penyakit ini menyerang ayam petelur baik yang dipelihara di sistem terbuka maupun tertutup, dan menyebabkan penurunan produksi telur hingga 50%. Perubahan cuaca dan mutasi virus dicurigai mendorong terjadinya wabah ini. Selain itu, cuaca yang kian tak menentu belakangan ini turut menjadi ancaman bagi peternak. Ayam petelur dikenal sensitif terhadap perubahan cuaca, sehingga panas ekstrem, dingin, dan musim pancaroba dapat menurunkan produksi sebesar 2-5%[3]. Sebab itu, penting untuk menciptakan kondisi yang mendukung kesehatan dan produktivitas ayam petelur.

APIK kemudian berkolaborasi dengan PT Cargill Indonesia, yang telah berpengalaman di bidang pangan dan nutrisi ternak. “Sebelum membuat kandang, kami akan melakukan kajian dan berdiskusi dengan PPRN dan APIK, sehingga nantinya kandang dibuat dengan mempertimbangkan kondisi setempat, dan menggunakan bahan yang mudah didapat di wilayah tersebut. Dengan begitu, insight lokal akan dipadukan dengan pendekatan ilmiah. Kandang juga didesain berdasarkan standar tertentu untuk menekan risiko ancaman penyebaran virus. Selain itu Cargill mendukung peternak dalam bentuk ayam petelur dan manajemen peternakan, misalnya melalui pelatihan pemanfaatan sumber daya yang efisien. Semua ini merupakan langkah untuk meningkatkan kesejahteraan peternak skala kecil,” ujar Agung Baskoro, Corporate Social Responsibility Manager PT Cargill Indonesia.

“Selama ini peternak di Blitar rata-rata mengelola peternakan secara sederhana. Peternak juga biasanya mengembangkan kandang sendiri, dengan meniru apa yang dibuat tetangga atau sesama peternak. Oleh karena itu, kami menyambut gembira adanya kandang contoh dari Cargill, karena kami akan punya acuan seperti apa kandang yang ideal,” ujar Rofi Yasifun, Ketua PPRN Blitar. PPRN merupakan asosiasi peternak yang berupaya meningkatkan kepentingan peternak kecil. Di Blitar, PPRN beranggotakan lebih dari 1000 peternak berskala kecil (beternak <5000 ekor ayam). Dalam kolaborasi ini PPRN akan menyediakan lahan untuk kandang percontohan dan ‘anak kandang’ atau tenaga kerja yang sehari-hari mengelola peternakan.

Manajer regional Jawa Timur program APIK, Ardanti Sutarto mengemukakan, “Kerja sama dengan PT Cargill dan PPRN adalah hal yang strategis, karena memberi manfaat ke semua pihak. Kami juga percaya bahwa kolaborasi dan kemitraan adalah kunci untuk memberikan dampak positif yang lebih besar ke masyarakat. Selain itu, dalam kerja sama ini, APIK menggandeng PPRN dan masyarakat desa untuk menyusun Kajian Risiko Bencana dan Rencana Aksi Adaptasi untuk mengetahui ancaman apa saja yang ada di wilayah tersebut dan menentukan langkah untuk menanggulanginya,”.

Penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah awal dari upaya bersama. Dalam perjalanannya, kerja sama dengan Dinas Peternakan akan dibina untuk lebih meningkatkan pengetahuan peternak dan menjamin keberlanjutan. Diharapkan kandang percontohan akan menjadi sarana belajar serta diskusi, dan dapat direplikasi oleh peternak lainnya. Tak hanya itu, pembelajaran dari kandang berstandar akan dikembangkan menjadi modul, guna semakin mendorong replikasi dan menginspirasi berbagai pihak.

Kontak wawancara:

  • Ardanti Sutarto – Manajer Regional Jawa Timur Program USAID APIK – email: Ardanti_Sutarto@dai.com dan HP 0811-2556-707
  • Agung Baskoro – Corporate Responsibility Manager PT Cargill Indonesia – email: Agung_Baskoro@cargill.com dan HP 0811- 1737-499
  • Rofi Yasifun – Paguyuban Peternak Rakyat Nasional Kab. Blitar – HP 0812-5245-790 / 0822-2600-9934

Kontak media dan permintaan foto: Enggar Paramita – Spesialis Komunikasi Program USAID APIK – email: Enggar_Paramita@dai.com dan HP 0811-1772-687

Catatan untuk editor:

  • Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) merupakan program berdurasi lima tahun dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) untuk membantu Indonesia mengelola risiko bencana dan iklim. APIK bekerja memperkuat kapasitas Pemerintah Indonesia di tingkat nasional, provinsi, hingga tingkat lokal. Dengan menggunakan pendekatan lanskap, APIK juga bekerja langsung dengan masyarakat dan sektor bisnis agar secara proaktif mengelola risiko, serta meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan untuk mengakses, memahami, dan mengomunikasikan informasi iklim. Informasi lebih lanjut tentang APIK kunjungi apikindonesia.or.id
  • Cargill memulai usahanya di Indonesia pada tahun 1974 dengan mendirikan pabrik pakan di Bogor, Jawa Barat. Saat ini Cargill – yang berkantor pusat di Jakarta – memiliki lebih dari 20.000 karyawan. Kami ada di 60 lokasi dengan kantor-kantor, pusat produksi dan fasilitas di seluruh Indonesia. Aktivitas-aktivitas usaha terdiri dari nutrisi hewan, kakao, biji-bijian dan biji penghasil minyak, kelapa sawit, kopra, rumput laut dan minyak-minyak khusus. Cargill adalah warga korporat Indonesia yang bertanggung jawab, dan program-program lokalnya membantu perkembangan pembangunan yang bertanggungjawab dan berkelanjutan, membantu melindungi lingkungan dan menjaga warga dan berbagai kemungkinan yang ada dalam masyarakat-masyarakat lokal. Untuk informasi lebih jauh kunjungi http://www.cargill.co.id
  • Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) adalah sebuah asosiasi yang menaungi kelompok peternak rakyat. PPRN merupakan mitra pemerintah daerah dalam pengembangan sektor peternakan ayam petelur di Kabupaten Blitar. PPRN aktif melakukan advokasi untuk melindungi kepentingan kelompok peternak yang menjadi anggotanya.

[1] Kabupaten Blitar dalam Angka 2017, Badan Pusat Statistik Kabupaten Blitar

[2] Website Pemerintah Kabupaten Blitar http://www.blitarkab.go.id/2012/06/15/peternakan-2/

[3] Wawancara dengan Rofi Yasifun, Ketua PPRN Cabang Blitar