Minggu, 5 November 2017

Inilah Pemenang Kompetisi Pengembangan Purwarupa Penakar Hujan Otomatis

Pemenang Kompetisi Pengembangan Purwarupa Penakar Hujan Otomatis
Pemenang Kompetisi Pengembangan Purwarupa Penakar Hujan Otomatis

Kompetisi Pengembangan Purwarupa Penakar Hujan Otomatis telah berakhir. Dari 30 proposal yang masuk, USAID APIK memilih 5 proposal terbaik hingga akhirnya satu tim telah terpilih sebagai pemenang kompetisi ini. Kompetisi berlngsung selama sekitar 4,5 bulan ini dari 12 Juni hingga 31 Oktober 2017 dan menjadi proses pembelajaran yang menarik dan berharga. Lima peserta dengan nilai proposal tertinggi mendapatkan dana sebesar 10 juta Rupiah untuk mengembangkan purwarupa penakar hujan otomatis-salah satu komponen dari sistem peringatan dini banjir berbasis komunitas. Dari lima grup tersebut, satu tim mengundurkan diri dan tersisa empat tim yang lanjut ke babak pengujian laboratorium dan pengujian lapangan. Pengujian laboratorium bekerja sama dengan Laboratorium Instrumentasi Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Pengujian tersebut bertujuan untuk menguji nilai koreksi dan ketidakpastian terbesar dari empat sensor yang diujicobakan dengan hasil sebagai berikut:

Hasil Lab

Dari penilaian di atas, nampak nilai tertinggi direpresentasikan dengan nilai koreksi dan ketidakpastian terkecil.

Selanjutnya pengujian di lapangan dilakukan pada 1-13 Oktober 2017 di Stasiun Klimatologi Bogor. Pengujian tersebut dilakukan dengan cara memasang alat-alat purwarupa yang telah dikembangkan tersebut, sejajar dengan alat yang digunakan oleh BMKG yakni penakar hujan observasi (OBS).

Mengujicoba purwarupa

Dari tiga belas hari tersebut didapatkan nilai curah hujan harian hasil pengukuran manual dan otomatis sebagai berikut:

Hujan terjadi pada tanggal 1, 2, 3, 4, 8, 9, 10, 12 dan 13 Oktober 2017. Dari tabel di atas, dapat dilihat sebaran selisih nilai Curah Hujan Harian yang diperoleh dari pengamatan obeservasi dan hasil dari keempat alat tersebut dengan hasil yang cukup bervariasi. Dari rata-rata selisih di 9 hari hujan tersebut, diperoleh bahwa tim ACI memperoleh rataan selisih sebesar 2,14, tim TTU sebesar 6,72, tim DACOTA sebesar 18,3. Sayangnya sejak hari pertama pengujian,  alat kepunyaan tim Depoinovasi mengalami masalah sehingga tidak mengirimkan data selama periode tersebut.

Setelah periode pengujian, panitia melakukan pengecekan beberapa fungsi dasar alat seperti pengiriman notifikasi saat terjadi hujan melebihi batasan tertentu, saat baterai lemah, pergantian dari moda SMS ke jenis Message Queue Telemetry Transport, dan lain-lain.

Dari semua penilaian tersebut, maka tim ACI memperoleh komposisi nilai tertinggi dan keluar sebagai pemenang.  Selanjutnya, tim ACI akan menjadi mitra USAID APIK untuk mengembangkan sistem peringatan dini bencana banjir berbasis masyarakat. Purwarupa tim ACI akan dikembangkan lebih lanjut dan akan dipasang di beberapa desa dampingan USAID APIK.

Also available in English